Bonek dan Aremania Duduk Bersama di Pasuruan, Sepakat Akhiri Rivalitas di Luar Lapangan

Terkini 13 Aug 2026 09:07 3 min read 43 views By Editor Delis

Share berita ini

Bonek dan Aremania Duduk Bersama di Pasuruan, Sepakat Akhiri Rivalitas di Luar Lapangan
Pasuruan, Sumbanews.site, Upaya meredam ketegangan antara dua kelompok suporter besar Jawa Timur, Bonek Mania dan Aremania, terus dilakukan. Pold...

Pasuruan, Sumbanews.site, Upaya meredam ketegangan antara dua kelompok suporter besar Jawa Timur, Bonek Mania dan Aremania, terus dilakukan. Polda Jawa Timur bersama Polres Pasuruan mempertemukan perwakilan kedua kelompok dalam forum silaturahmi dan dialog di RM Sri Istana Ayam Goreng, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Rabu (12/8/2026) malam.

 

 

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah rekonsiliasi setelah terjadinya kerusuhan dalam rangkaian perayaan HUT Aremania di wilayah Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

 

 

Sebanyak 25 perwakilan Bonek dan 30 perwakilan Aremania hadir dalam forum tersebut. Mereka diajak membangun kembali komunikasi serta mengakhiri permusuhan yang selama ini kerap terjadi akibat rivalitas sepak bola.

 

 

Dirintelkam Polda Jatim Kombes Pol Bondan Witjaksono menegaskan bahwa menjaga keamanan Jawa Timur bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas suporter.

 

 

Ia pun mengajak Bonek dan Aremania bersama-sama menggaungkan semangat “Jogo Jawa Timur”.

 

 

Menurutnya, peran tokoh suporter sangat penting untuk mencegah munculnya provokasi, terutama melalui media sosial yang dapat menyebarkan informasi secara cepat.

 

 

“Kami mengingatkan besarnya pengaruh media sosial terhadap dinamika suporter saat ini. Informasi maupun provokasi dapat menyebar dengan sangat cepat. Oleh karena itu, tokoh dan komunitas suporter harus aktif mengingatkan anggotanya agar tidak mudah terpancing,” ujar Kombes Pol Bondan.

 

 

Sementara itu, Kapolresta Malang Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi Sukarno mengingatkan bahwa Bonek dan Aremania memiliki ikatan sebagai sesama masyarakat Jawa Timur.

 

 

Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi awal untuk memutus mata rantai permusuhan antarsuporter.

 

 

“Rivalitas seharusnya hanya terjadi ketika pertandingan berlangsung. Jangan sampai persoalan di stadion terbawa ke kehidupan sosial dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” menjadi pesan yang ditekankan dalam pertemuan tersebut.

 

 

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono turut menjelaskan penanganan aparat pada insiden sebelumnya. Menurutnya, kepolisian telah melakukan pengamanan dan pengawalan terhadap pergerakan rombongan suporter.

 

 

Namun, situasi di lapangan akhirnya berkembang menjadi gesekan yang menyebabkan terjadinya kerusuhan. Bahkan, satu kendaraan dinas kepolisian dilaporkan terbakar.

 

 

Mengenai persoalan hukum yang muncul akibat insiden tersebut, AKBP Harto menegaskan bahwa proses penegakan hukum tetap dilakukan terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan tindak pidana.

 

 

Penindakan, kata dia, diarahkan kepada individu yang melakukan pelanggaran hukum dan bukan ditujukan kepada kelompok suporter secara keseluruhan.

 

 

Sikap tersebut mendapat dukungan dari perwakilan Aremania, Dedi Arisandi. Ia menilai proses hukum terhadap oknum yang melakukan tindakan kriminal tetap diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

 

 

Dari kalangan Aremania, Tokoh Presidium Arema Bidang SDM Tedi Kresna juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong terciptanya perdamaian antarsuporter.

 

 

Sementara Tokoh Bonek Pandaan, Reza, menyampaikan keprihatinannya atas insiden di Sukorejo. Ia berharap komunikasi di tingkat akar rumput antara Bonek dan Aremania semakin diperkuat.

 

 

Menurutnya, komunikasi yang terjalin secara langsung dapat menjadi salah satu cara untuk mencegah kesalahpahaman maupun provokasi yang berpotensi memicu konflik.

 

 

Sebagai langkah lanjutan, Polda Jatim bersama jajaran Polres juga menyiapkan pola pengamanan untuk berbagai kegiatan yang melibatkan massa suporter. Pengaturan jalur pergerakan hingga pengawalan melekat akan diperketat sebagai bagian dari upaya pencegahan.

 

 

Suasana pertemuan kemudian mencair ketika para perwakilan kedua kelompok makan malam dan berfoto bersama.

 

 

Pertemuan tersebut menjadi simbol bahwa perbedaan warna klub tidak harus berubah menjadi permusuhan di luar lapangan. Bagi Bonek dan Aremania, semangat persaudaraan diharapkan dapat menjadi fondasi baru, sementara rivalitas cukup berlangsung selama 90 menit pertandingan di atas lapangan hijau.

 

(Nur hasan)

Sumba News

Recent Articles

Popular Articles