Keluarga Tolak Dugaan Bunuh Diri, Desak Pengusutan Transparan atas Kematian Winda Lorenzo Gowasa

Kriminal 07 Aug 2026 14:00 3 min read 55 views By Editor Delis

Share berita ini

Keluarga Tolak Dugaan Bunuh Diri, Desak Pengusutan Transparan atas Kematian Winda Lorenzo Gowasa
Medan, Sumbanews.site,  Kematian Winda Lorenzo Gowasa yang terjadi pada Minggu, 2 Agustus 2026, sekitar pukul 13.30 WIB, di rumah orang tua suami...

Medan, Sumbanews.site,  Kematian Winda Lorenzo Gowasa yang terjadi pada Minggu, 2 Agustus 2026, sekitar pukul 13.30 WIB, di rumah orang tua suaminya di Komplek Bumi Asri, Kota Medan, terus menyita perhatian publik.

 

 

Kasus ini menjadi sorotan setelah keluarga korban secara tegas menolak dugaan awal bunuh diri dan meminta aparat penegak hukum mengusut penyebab kematian korban secara profesional, transparan, dan menyeluruh.

 

 

Informasi awal yang beredar menyebutkan korban diduga meninggal akibat bunuh diri menggunakan senjata api milik suaminya, Bripka Iman Harefa (IH), yang disebut berada di atas meja usai pulang bertugas. Namun, keluarga menilai dugaan tersebut tidak sesuai dengan kondisi jenazah yang mereka lihat secara langsung.

 

 

Menurut keterangan keluarga, sebelum meninggal dunia Winda dalam keadaan sehat. Korban juga disebut beberapa kali mengungkapkan kepada keluarganya mengenai tekanan batin yang dialaminya selama berumah tangga. Keluarga mengaku korban pernah menceritakan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), persoalan ekonomi, hingga perlakuan yang dinilai tidak adil terhadap dirinya.

 

 

Keluarga juga membantah narasi yang menyebut korban datang untuk meminta rujuk kepada suaminya. Menurut mereka, justru pihak keluarga suami yang terlebih dahulu mengajak Winda kembali hidup bersama setelah sebelumnya sempat berpisah.

 

 

Saat melihat jenazah korban, keluarga mengaku menemukan sejumlah kejanggalan. Ayah kandung korban, Sanalui Gowasa, mengatakan terdapat dugaan bekas pencekikan di leher, memar pada bagian mata, serta lebam di sejumlah bagian tubuh. Kondisi tersebut, menurut keluarga, tidak sejalan dengan dugaan bunuh diri yang berkembang.

 

 

"Ini bukan bunuh diri. Ini asli dianiaya," tegas Sanalui Gowasa sebagaimana disampaikan kepada keluarga.

 

Keluarga juga menyebut hingga kini belum menerima hasil autopsi maupun visum secara resmi dan lengkap. Mereka berharap hasil pemeriksaan medis dapat segera disampaikan agar penyebab kematian korban menjadi terang.

 

 

Ibu korban, Yestin Laia, memohon agar penanganan perkara dilakukan secara terbuka dan tidak ada fakta yang disembunyikan.

 

 

"Kami hanya ingin kebenaran terungkap. Apa yang sebenarnya terjadi harus dibuka seterang-terangnya. Kami meminta keadilan untuk anak kami," ujarnya.

 

 

Dalam pernyataannya, keluarga meminta Polrestabes Medan membuka seluruh fakta penyelidikan, termasuk hasil olah tempat kejadian perkara, rekaman CCTV apabila tersedia, keterangan para saksi, serta hasil visum dan autopsi secara utuh.

 

 

 Mereka juga meminta apabila ditemukan unsur pidana, proses hukum dilakukan tanpa pandang bulu, termasuk mendalami dugaan KDRT yang disebut telah terjadi sebelum korban meninggal dunia.

 

 

Hingga berita ini diterbitkan, penyelidikan masih berlangsung. Pihak kepolisian belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai penyebab kematian Winda Lorenzo Gowasa. Redaksi juga masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak kepolisian maupun pihak suami korban guna memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.

Pewarta: Faozatulobuulolo

Sumba News

Recent Articles

Popular Articles